HEWAN-HEWAN LANGKA DI INDONESIA

HEWAN-HEWAN LANGKA DI INDONESIA.
Indonesia dikenal memiliki banyak keanekaragaman, mulai dari keanekaragaman budaya, bahasa, sumber daya alam, dan masih banyak lainnya. Namun sayangnya, sekarang ini keanekaragamantersebut mulai menyusut.

Banyak kebudayaan dan bahasa daerah yang sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari karena dianggap kuno dan sudah ketinggalan zaman. Banyak pula hewan mulai langka keberadaanya karena perburuan liar dan pembalakan hutan bahkan ada yang sudah punah.

Berikut beberapa hewan yang sudah mulai langka keberadaanya di Indonesia :

Macan Tutul Jawa

Hewan langka yang pertama yaitu Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) Macan Tutul Jawa atau yang akrab disebut Macan Kumbang ini merupakan salah satu subspecies dari macan tutul. Hewan yang memiliki kombinasi warna orange dan hitam ini hanya dapat ditemukan di hutan tropis.

Macan Tutul Jawa ini memiliki badan yang berukuran relatif kecil. Terdapat perbedaan antara Macan Kumbang betina dan jantan, yaitu pada ukuran tubuhnya. Ukuran tubuh Macan Kumbang betina cenderung lebih kecil daripada Macan Kumbang jantan. Kelebihan hewan ini terletak pada indra penglihatan dan penciumannya yang tajam.

Macan Tutul lebih aktif berburu mangsanya pada saat malam hari. Hewan yang biasanya dijadikan mangsa adalah hewan yang berukuran lebih kecil. Macan Tutul ini merupakan satu-satunya kucing besar yang masih ada di Pulau Jawa.
Namun sayang, kini populasinya mulai berkurang. Oleh sebab itu, Macan Tutul Jawa ini sekarang berada di kawasan konservasi tepatnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk mencegah kepunahannya.

Harimau Sumatera

Harimau Sumatera (Panthera tigris sondaica) merupakan spesies harimau yang terancam punah. Berasal dari Pulau Sumatera, kucing besar ini mampu hidup di dataran rendah sampai hutan pegunungan. Harimau Sumatera memiliki warna dan paling gelap diantara spesies harimau lainnya. Harimau jantan memilki ciri khusus yaitu memiliki lebih banyak surai dan janggut dibandingkan dengan harimau betina.
Aktivitas pembalakan hutan yang semakin merajalela membuat harimau ini kehilangan habitatnya. Selain itu, banyak orang memburu harimau ini untuk diambil kulitnya yang digunakan sebagai bahan dasar suatu kerajinan.

Sudah cukup banyak Harimau Sumatera yang punah akibat hal-hal tersebut. Untuk mencegah kepunahannya, Harimau Sumatera ini dipelihara di kebun binatang, cagar alam, dan taman nasional.

Badak Jawa

Badak Jawa atau yang lebih dikenal dengan nama Badak Bercula Satu ini memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus. Hewan ini mudah dikenali karena memiliki ciri khas yaitu kulit tebal yang seperti baja.
Badak Jawa mampu bertahan hidup hingga 45 tahun lamanya di alam bebas. Hidup secara berkelompok dan memiliki habitat di hutan hujan, dataran rendah, serta padang rumput basah merupakan ciri-ciri lain dari hewan berkulit tebal ini. Hewan ini hidup tidak hanya di Pulau Jawa saja, tetapi juga di seluruh Nusantara, Asia Tenggara, India, serta Tiongkok. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka yang ada di bumi.
Populasinya yang semakin sedikit di alam bebas membuat statusnya semakin kritis. Hal ini dikarenakan banyak orang yang ingin mengambil culanya Untuk mencegah kepunahan, maka badak ini dipelihara di Taman Nasional Ujung Kulon.

Burung Jalak Bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan satu-satunya spesies endemik Bali. Jalak Bali hanya dapat ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali, tepatnya di hutan mangrove, hutan rawa, hutan musim dataran rendah, dan daerah savana.
Spesies yang satu ini dikenal sebagai burung pengicau. Hewan ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, kira-kira 25 cm.

Terdapat beberapa perbedaan antara Jalak Bali betina dan jantan, antara lain ukuran kepala, jambul, dan ukuran tubuh. Jalak Bali jantan memiliki ukuran kepala dan ukuran tubuh yang lebih besar daripada Jalak Bali betina. Selain itu, jambul yang panjang menandakan bahwa Jalak Bali tersebut adalah jantan.
Populasi burung Jalak Bali di habitat asalnya semakin menurun dari tahun ke tahun. Sekarang Jalak Bali ini berada di Taman Nasional Bali Barat agar tetap terjaga dan terhindar dari kepunahan.

Gajah Sumatera

Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus merupakan subspesies dari gajah Asia yang memiliki habitat di Pulau Sumatera. Hewan ini merupakan hewan mamalia terbesar yang ada di Indonesia.
Gajah Sumatera hidup di hutan-hutan dataran rendah, kawasan rawa dan hutan gambut, juga sering ditemukan di dataran yang lebih tinggi. Selalu hidup berkelompok merupakan ciri khusus dari hewan mamalia yang satu ini.

Jumlah angota kelompok bisa bervariasi tergantung dari kondisi sumber daya alam dan luas habitat. Kelebihan dari Gajah Sumatera ini terletak pada indra pengengarannya yang tajam. Mereka sangat peka terhadap suara.
Kini populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Hal ini disebabkan oleh tingginya laju penyusutan hutan di Pulau Sumatera. Selain itu, pembalakan liar yang terjadi dan perburuan gading gajah merupakan penyebab lain dari menurunnya populasi hewan ini.
Itulah beberapa hewan yang termasuk ke dalam daftar hewan langka yang ada di Indonesia. Sudah sepatutnya kita ikut berupaya dalam menjaga dan melestarikan keaneragaman tersebut agar di waktu mendatang kita tetap dapat menikmatinya.

Tinggalkan komentar